POLDA MALUKU GELAR FORUM GROUP DISCUSSION (FGD) BAHAS MINUMAN TRADISIONAL MALUKU SOPI

Informasi

Ambon – Sopi atau tua menu adalah sekian dari nama minuman tradisional yang telah di produksi turun temurun di Propinsi Maluku.

Minuman yang digunakan dalam berbagai Ritual Adat Istiadat merupakan mata pencaharian pokok masyarakat kecil dibeberapa daerah di Negeri Raja Raja ini juga merupakan sumber terganggunya Kamtibmas di beberapa wilayah di Propinsi Seribu Pulau ini.

Menanggapi minuman tradisional yang sering menjadi pemicu gangguan Kamtibmas, Kapolda Maluku pada hari Kamis (3/5/2018) pukul 11.00 Wit bertempat di Rupattama Polda Maluku memfasilitasi Pemerintah Daerah dan elemen masyarakat terkait di Propinsi Maluku untuk membahas tentang keberadaan minuman tradisional ini agar tidak lagi menjadi potensi gangguan kamtibmas dan bagaimana minuman tradisional Sopi ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta kesejahteraan masyarakat p etani aren dan koli.

Kegiatan Forum Group Discussion yang dibuka oleh Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Hasanuddin, S.H., M.H. ini mengangkat tema “SOPI, MASALAH & SOLUSI” dihadiri oleh Kepala Biro Hukum mewakili Plt.Gubernur, Perwakilan Pangdam XVI PTM, Ketua DPRD Propinsi Maluku, Rektor Unpatti dan perwakilan dari Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala Dinas, Kepala Biro pada Pemda Propinsi, sangat disambut baik dan diberikan apresiasi positif serta tanggapan, solusi oleh berbagai pihak baik dari Pemerintah Daerah, DPRD Propinsi maupun dari Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Akademisi Unpatti, wartawan dan Elemen masyarakat yang hadir tentang minuman tradisional asal Maluku ini.

Hasil dari forum diskusi yang dilaksanakan diperoleh kesepakatan dalam bentuk rekomendasi yaitu

1. Mendorong Instansi/lembaga terkait untuk mendukung terlaksananya program “Air Manise” sebagai solusi penanganan permasalahan minuman tradisional Sopi di Maluku, baik melalui kebijakan regulasi maupun kebijakan strategis lainnya

2. Mendorong dilakukan kesepakatan bersama MOU antara Polda Maluku Pemda dan pihak ketiga untuk menyusun tim terpadu dalam pengelolaan air aren dan air koli menjadi minuman tradisional Sopi dan minuman beralkohol modern,

3. Menyusun Roadmap dan Green Design berkaitan dengan rencana kegiatan pelaksanaan tim terpadu untuk tindak lanjut program “Air manise” dan alternatif penyelesaian masalah tentang Sopi.

4. Mendorong pembentukan Asosiasi Industri Sopi Modern dan Asosiasi Petani Aren dan Koli sebagai pihak ketiga yang akan bermitra dengan unsur TNI, Polri, Pemda dan lembaga terkait lainnya di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

Harapan Kapolda Maluku yang disampaikan Waka Polda Maluku Brigjen Pol Drs. Hasanuddin, S.H., M.H., lewat kegiatan FGD ini tidak ada lagi minuman tradisional Sopi yang diperjual belikan secara bebas di wilayah Maluku sehingga potensi terjadinya gangguan Kamtibmas dapat dihilangkan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *