Brigjen Firli

Letusan Gunung Agung, Kapolda NTB Brigjen Firli Pantau Keamanan LIA dan Lembar

Informasi

Praya (Suara NTB) – Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli Selasa, 28 November 2017 mengecek operasional Lombok International Airport (LIA) yang terganggu akibat letusan Gunung Agung. Bandara yang terletak di Praya, Lombok Tengah menerapkan sistem buka tutup.

Penerbangan dari dan menuju Lombok masih terganggu akibat letusan Gunung Agung, Karangasem, Bali sejak dua hari lalu. Penumpang diberi pilihan penjadwalan ulang atau menggunakan moda transportasi lain.

“Keamanan bandara tidak ada persoalan. Kami memastikan bahwa Bandara Internasional Lombok tetap buka. Tetapi ada kalanya ditutup. Yang paling penting itu pertimbangan keselamatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, otoritas bandara menerapkan sistem buka tutup tersebut atas pertimbangan keselamatan penerbangan. Konsekuensinya, kenyamanan calon penumpang disesuaikan.

“Suasana di bandara tetap nyaman bagi calon penumpang meskipun agak terganggu karena ada beberapa maskapai yang membatalkan jadwal penerbangan. Pertimbangan terbang atau tidak itu dikembalikan kepada pihak maskapai,” jelasnya.

Firli menegaskan, pertimbangan buka tutupnya operasional bandara lebih kepada pertimbangan keselamatan. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang sementara otoritas bandara menyiapkan solusi.

“Tujuan kita dalam rangka keselamatan orang, keselamatan penerbangan. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan silakan memilih apakah tetap terbang atau pakai pilihan lain,” kata Kapolda.

General Manager Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah Ardita menambahkan, Notice To Airmen (NOTAM) tentang penutupan LIA berlaku sampai Selasa, 28 November 2017 pagi pukul 06.00 Wita. Mulai pukul 06.01 Wita bandara lagi dan kembali melayani penerbangan.

Pelabuhan Lembar Lancar

Brigjen Firli
Brigjen Firli

Selain mengecek keamanan bandara, Kapolda juga mengecek keamanan Pelabuhan Lembar yang menghubungkan Lombok dengan Bali. Dia memastikan pelayaran normal dan tetapi siap melayani penumpang.

Baik limpahan calon penumpang pesawat yang gagal berangkat maupun warga Bali yang menggunakan jalur laut untuk mengungsi. “Semua aktivitas (pelabuhan) tidak teganggu. Di pelabuhan ini pihak otoritas pelabuhan menyiapkan 36 rute pelayaran,” kata Firli.

Manager ASDP Lembar, Yanus Lentanga menyebutkan, sejak dua hari belakangan ini ada peningkatan jumlah penumpang, tercatat peningkatan 91 persen pada Senin, 27 November 2017 lalu dan 57 persen pada Selasa, 28 November 2017.

Peningkatan penumpang itu dipengaruhi adanya penutupan LIA di Lombok dan penutupan Bandara Ngurah Rai, Bali.

“Baik yang keluar maupun datang ada peningkatan. Kami juga sudah menyiapkan posko bencana bersama unsur instansi lain,” ujarnya.

Penumpang yang melewati Pelabuhan Lembar rata-rata 1.000 orang per hari. Tetapi sejak dua hari belakangan ini meningkat menjadi rata-rata 1.800 orang per hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *